Kamis, 01 November 2012

BETAPA BERHARGANYA SEORANG TEMAN


Sewaktu saya masih kecil saya menganggap teman sebagai orang yang selalu bermain dengan kita, orang yang sering nyamperin ke rumah manggil-manggil nama saya untuk bermain. Saya menganggap teman kala itu yaa orang yang biasa. Biasa “ceng-cengan”, biasa klo berantem. Tapi otak dan hati saya pun berkembang. Sayapun mulai menghargai yang namanya teman. Karna mempunyai teman itu seperti mempunyai keluarga. Malah bisa dibilang lebih dari keluarga karna dengan merekalah kita bisa mencurahkan segala “unek-unek” kita. Kitapun bercanda ria dengan teman. Tertawa lepas sekedar melepas keboringan yang melanda. Semua dilakukan serba dengan teman. Tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya tidak mempunyai teman. Dunia serasa ingin memakan kita.
Itulah naluri manusia, membutuhkan orang lain. Saya sendiri baru merasakan betapa berharganya mereka ketika saya berad di pondok pesantren. Disana kehidupan saya 100% dilakukan bersama teman. Dari mulai bangun, sholat, makan, dll. Saya juga mulai tahu man yang namanya teman dan sahabat. Ternyata sahabat itu lebih mendalam artinya daripada teman. Teman bisa dibilang hanyalah orang yang sering bersama kita, namun mereka tidak pernah mengerti kita. Lain dengan yang namanya sahabat. Mereka selalu ada untuk kita, misalnya jika mereka sedang sibuk mengerjakan tugas dan tiba-tiba datang saya maka dia akan meluangkan waktunya untuk kita. Walaupun sebentar namun pasti dia menyisihkan sedikit waktu untuk kita.
Sebenarnya bisa dibilang banyak sekali perbedaan antara teman dan sahabat. Pemirsa dapat bertanya sendiri kepada mbah google.hehe Tapi menurut saya apakah dia sahabat atau teman tidaklah penting karna biasanya perpisahan akan membuat teman menjdi sahabat dengan sendirinya. Maksudnya? Coba aja liat ekspresinya ketika anda bertemu dengan teman yang telah lama tidak bertemu. Pasti kalian akan merasa dekat sekali dengannya padahal saat menjadi teman kalian tidak begitu dengannya. Karna itu, perpisahan kadang membuat segalanya indah. Kalu bukan karna perpisahan, kalian gak akan merasa betapa berharganya mereka. Lain halnya dengan saat kalian belum pernah berpisah. Bener kan?





Saya cuma bisa berpesan carilah teman sebanyak-banyaknya tak peduli mereka jelek atau bodoh karna pada suatu saat mereka akan menjadi orang yang paling berarti dalam hidup kalian. Dan jagalah mereka layaknya kalian menjaga benda berharga kalian. Ketika kalian mempunyai salah, segeralah minta maaf tak peduli siapa yang salah, minta maaflah karna mengalah itu termasuk sifat pemenang. Jangan pernah kalian melupakan teman lama kalian ketika kalian mendapat teman baru karna dia akan merasa tidak berarti lagi bagi kalian. Selalu jaga tali persahabatan kalian dengan mereka dengan selalu berkomunikasi dengannya mau iti sehari sekali atau seminggu sekali atau sebulan sekali atau bahkan setahun sekali. Selalu tanyakan kabarnya, karna itu menunjukkan kepedulian kalian dengannya. Jadikanlah teman kalian berharga.

IBU


Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
ibu
tlah kau hujamkan matamu
tuk menentang sang surya
tlah kau hentakan kakimu
tuk menindas bumi
tlah kau mantapkan hatimu
tuk taklukan sang waktu
ibu
tlah kau luangkan begitu banyak waktu
hanya tuk menjaga ku
tlah kau hempaskan kepentingan mu
hanya tuk mengurusku

ibu.
remuk hati ini......melihat mu menangis
hancur raga ini melihatmu terluka
mati raga ini bila kau tiada
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

ANAKU CAHAYA HIDUPKU


Sejak kecil ke dua anaku sudah menjadi piatu dengan berjualan krupuk di sebuah pasar kropyak aku pun berusaha memenuhi kebutuhan mereka.
hingga di saat mereka memasuki dewasa aku betul betul tidak mampu untuk membiayai ke dua putraku memasuki perguruan tinggi,
Tiba tiba di saat aku melamun putra sulungku pun mengahimpiri ku. "nek sudahlah aku gak usah sekolah,biar si bungsu yang meneruskan sekolahnya,aku ingin membantu nenek mencari biaya buat si bungsu." ujar si sulung aku pun meminta maaf sebagai orang tua aku tak sanggup membahagiakan mereka.

Beberapa tahun kemudian si bungsu sudah menjadi seorang dokter terkenal dan di tugaskan di luar negri,hatiku begitu bangga dengan kesukses nya itu,tp tidak dengan putra sulungku,karenasekolah terlalu rendah dia pun membuka usaha jualan krupuk di rumah dan keliling dari kampung ke kampung lain.

Hingga suatu saat telah terjadi sesuatu putra sulungku tertabrak mobil dri belakang dan kepala nya membentur keras ke aspal mengakibatkan dia mengalami kebutaan,hatiku sedih ingin aku membantunya mencari penambahan penghasilan tp umurku sudah 85 tahun,aku seorang nenek tua .

Hingga soreh itu ku dengar putra bungsu ku datang dan berniat ingin membawaku ke luar negri dan merawatku,si sulung pun bersikeras dia masih mampu untuk merawatku dan keberatan jika aku di bawa ke luar negri.
Debat saudara itu pun berlanjut dan si bungsu berniat membawa ini ke pengadilan..

Hatiku menangis pilu kenapa semua ini terjadi ke dua anaku bertahan ingin merawatku nenek tua yang hanya bisa menjadi penghuni tempat tidur,

Persidangan pun di mulai aku melihat putra sulungku begitu sedih aku yakin dia akan berusaha untuk mempertahankan aku tetap tinggal bersama dia,persidangan demi persidangan mereka tetep bersikukuh untuk merawatku.
Aku berpikir anak bungsuku mampu membayar biaya pengacara tp bagimana si sulung,
Ya allah dengan membawa tongkat tiap pagi hari dia berangkat untuk menjual krupuk daganganya dia berusaha mencari biaya untuk menyewa pengacara karena takut hak asu jatuh ke tangan si bungsu.

Di kelanjutan persidangangan akhirnya pengadilan menyuruh aku datang menjadi saksi dan pak hakim pun bertanya padaku mau ikut siapa 
"anak sulungku adalah mata kananku,anak bungsuku adalah mata kiriku,aku tak mau kehilangan sebelah mataku " ujarku..tanpa ku sadari anak sulungku dan si bungsu datang memeluk aku mereka menangis dan selalu ucapkan terima kasih ke padaku,tk lupa pula ku ucap syukur di beri ke dua putra yang begitu menyangiku.
Dan keputusan hakim pun aku tetap di rawat putra sulungku,karena sekian tahun aku tinggal bersamanya.

Mendengar keputusan itu pun si bungsu menangis dan meminta maaf karena tak bisa merawatku,dan dia pun berjanji semua biaya aku dan kakanya dia yang menangung dan berniat mengobati mata kakaknya yang buta karena kecelakaan.

Air mata ini jatuh ku ucap syukur ke pada sang pencipta karen memberi ke dua putra yang begitu menyayangiku.
Jika anak orang lain bersitegang ke pengadilan karena harta warisan,tidak dengan putraku,mereka memperebutkan hak mengasuhku.

*APA YANG KITA TANAM SAAT INI INGATLAH KELAK KITA AKAN MEMETIK BUAHNYA.

Selasa, 30 Oktober 2012

MELEPAS AMARAH MERAIH KEIKHLASAN


Seorang bijak berkata, “Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar.” 

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi kita kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.

Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat kita menerima apa yang kita berikan.

Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu kita menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka kita akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.

Kembalinya keadaan itu tidak harus selalu dari orang yang kita salahkan, tetapi sejatinya kita akan mendapatkan kembali keadaan yang kita salahkan itu.

Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi positif.

“Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan” Demikian perkataan seorang bijak.

Semoga Allah Ta'ala mengaruniai sabar yang tak terbatas...

Senin, 29 Oktober 2012

KATA HATI KU



tersenyumlah saat kau mengingatku
karna saat itu aku sangat merindukanmu
dan menangislah saat kau merindukanku
karna saat itu aku tak ada di sampingmu
tetapi pejamkanlah mata indahmu itu
karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu
karna aku berada di hatimu untuk selamanya

tak ada yang tersisa lagi untukku
selain kenangan kenangan yang indah bersamamu
mata indah yang dengannya aku biasa melihat
keindahan cinta
mata indah yang dahulu milikku
kini semuanya terasa jauh meninggalkanku
kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
hati cinta dan rinduku adalah milikmu
cintamu tak akan pernah membebaskanku
bagaimana mungkin aku mengejar cintanya yang lain
saat sayap sayapku telah patah karnamu
cintamu akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayatku dan setelah kematian hingga tangan tuhan menyatukan kita lagi
betapa pun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan yang telah menghidupkan sinar redupku namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya
aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu
karna mereka tak tertandingi dari sosok dirimu dalam jiwaku
kau tak akan pernah terganti bagaikan pecahan logam mengekalkan kesunyian,kesen dirian, dan kesedihanku
kini aku telah kehilanganmu 

Sabtu, 27 Oktober 2012

MUSIBAH YANG DATANG TAK TERDUGA

Ditengah kebahagiaan. Tiba-tiba musibah datang memporakporandakan semua. Musibah menjadi terasa teramat berat karena kita sedang berbahagia. Biasanya ditengah kebahagiaan
 seperti itu kita lengah. Jika ada hal yang buruk kita benar-benar terhenyak dibuatnya. Sama sekali tidak kita sangka. Kebahagiaan mampu membuat diri kita mabuk kepayang. Kita tidak dalam keadaan sadar dan mawas diri dengan keadaan sekeliling kita karena kita merasakan kenikmatan yang tiada tara sehingga begitu tertimpa kepedihan membuat tubuh kita seolah terguncang hebat. Tanpa kita sadari terucap oleh kita. 'Ya Allah, kenapa ini terjadi pada diri ku? Aku tidak lalai, tapi aku tidak siap. Aku tidak melupakan diriMu, tetapi aku sedang berbahagia.' Sabar menerima musibah membuat tubuh kita menjadi ringan dari penderitaan bahkan mampu menghapus dosa-dosa kita. Setiap musibah, ujian & cobaan yang datang akan disesuaikan dengan kadar kemampuan kita dalam menerimanya karena Allah sangatlah memahami seberapa kekuatan kita dalam menerimanya sehingga Allah tidak akan memberikan musibah, ujian & cobaan diluar kesanggupan kita. Musibah hadir di dalam kehidupan kita sebagai proses menyucikan kita dari segala kotoran yang melekat dalam jiwa kita sehingga dosa dan segala kotoran jiwa kita dibersihkan dengan kekuatan daya pembersihannya. Musibah, ujian & cobaan adalah sparing partner dalam hidup ini. Bila kita memahami bahwa musibah, ujian & cobaan sebagai sparing partner di dalam kehidupan kita maka sudah sepatutnya kita mampu menyambut disetiap musibah dengan lapang dada dan rasa optimis di dalam hidup ini bahwa Allah memuliaan hidup kita dengan berbagai cara yang indah, terkadang sekalipun kita merasakan hal itu menyakitkan dan membuat hati terasa pedih karena Allah memberikan kita sparing partner yang lebih kuat & tangguh. Semakin kuat & tangguh sparing partner kita malah semakin baik agar kita menjadi kuat dan tujuannya hanya satu agar anda bisa menjadi pemenang. Pemenang yang diberikan keberkahan yang sempurna & rahmat Allah serta mendapatkan petunjuk. Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. (al-Baqarah : 155 -157).

Selasa, 23 Oktober 2012

JANGAN TERBURU-BURU JATUH CINTA

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada kenyataannya kita masih terlalu awam untuk mengerti apa makna cinta yang sesungguhnya.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika dalam diri kita masih tersimpan hawa nafsu yang justru akan merusak kefitrahan cinta.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada akhirnya kita hanya terbelenggu a

kan buaian-buaian keindahan sesaat.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika dibalik keindahan cinta justru akan membutakan mata hati kita.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada kenyataannya masih banyak kita lihat mereka dengan bangganya memamerkankan cinta belum halalnya.

Dan tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika kita belum terlalu kuat iman untuk menjalaninya yang justru memudarkan cinta kita kepada-Nya.

Bukan kita tak ingin untuk mendapatkannya,
Bukan kita tak suka untuk menjalaninya,
Bukan pula kita merasa sok suci akan diri kita.

Kita hanya bermaksud ingin menjaga cinta dengan sebaik-baiknya,
Agar cinta kita tak tertambatkan dengan sia-sia sebelum waktunya.

Lebih baik,

Kita bersabar dalam sebuah penantian,
Ketika saatnya telah tiba nanti,
Ketika hati kita telah siap dan kuat menjalaninya.

Kita hanya menunggu waktu yang tepat ketika memiliki cinta,
Serta mendapat orang yang tepat untuk kita miliki,
Dan juga beharap sebuah kehalalan saat menja
laninya.